Jadi Narasumber Seminar Pendidikan di IKN, Bupati Mudyat Noor: Guru Harus Berkualitas

Rabu, 20 Mei 2026 05:39 WITA
Bupati Kabupaten PPU, Mudyat Noor saat menjadi narasumber seminar pendidikan di Gedung Kemenko 3 IKN. (IST)

PENAJAM PASER UTARA – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor menjadi narasumber dalam seminar pendidikan bertema Kolaborasi Pusat dan Daerah dalam Mewujudkan Guru Berkualitas dan Pendidikan Bermutu untuk Generasi Masa Depan di Gedung Kemenko 3 Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Rabu (20/5/2026).

Diketahui, seminar tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah untuk membahas penguatan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan menuju Indonesia Emas.

Selain Mudyat, kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, serta Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Mudyat menegaskan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten PPU, khususnya dalam peningkatan kualitas tenaga pendidik dan pemerataan akses pendidikan.

Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

“Guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi masa depan. Karena itu peningkatan kualitas guru harus berjalan beriringan dengan penguatan sarana pendidikan dan dukungan kebijakan yang tepat,” kata Mudyat.

Dirinya menilai keberadaan IKN di Kalimantan Timur menjadi momentum penting bagi daerah penyangga, termasuk PPU, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Mudyat Noor juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten PPU dalam menjaga kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN), termasuk tenaga pendidik, meski daerah menghadapi tantangan fiskal.

Menurutnya, Pemkab PPU tetap mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tanpa melakukan pemotongan sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan pegawai.

“Alhamdulillah walaupun daerah saat ini menghadapi badai fiskal, Pemerintah Kabupaten PPU tetap berkomitmen tidak melakukan pemotongan TPP. Kami ingin para ASN, termasuk guru, tetap fokus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyoroti pentingnya pembangunan pendidikan yang terintegrasi dengan perkembangan kawasan IKN sebagai kota masa depan.

Sedangkan Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan komitmen DPR RI dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional melalui penguatan kebijakan dan anggaran pendidikan.

Seminar pendidikan tersebut diikuti tenaga pendidik, akademisi, mahasiswa, perwakilan pemerintah daerah, serta sejumlah instansi terkait di Kalimantan Timur.

Selain peningkatan kualitas guru, Mudyat juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Dikatakan Mudyat, Pemerintah Kabupaten PPU terus mendorong berbagai program pembentukan karakter melalui pembiasaan disiplin, kegiatan keagamaan, gotong royong, hingga penguatan wawasan kebangsaan dan etika sosial.

Menurutnya, pendidikan karakter menjadi pondasi penting dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral dan integritas yang baik.

“Pendidikan tidak hanya soal kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter anak-anak kita agar memiliki akhlak, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (red)

Bagikan:
Berita Terkait